Oleh: yanayunarto | November 8, 2012

Ke Waduk Jatiluhur

Bagi tim Jawakelana, waduk jatiluhur punya kesan tersendiri. Beberapa rekan yang masih ikut di tour ini sekarang sudah pindah tempat kerja sehingga agak sulit kalau mau ketemu lagi. Tulisan ini semoga mengingatkan rekan2 yang sudah pindah untuk tetep menjalin komunikasi dengan komunitas jawakelana.

Perjalanan ke jatiluhur dimulai dari rekan2 di cikarang. Saling jemput sampai terkumpul semua peserta. Tim berangkat agak pagi karena estimasi perjalanan yang cukup lama. Di daerah karawang tim beristirahat sebentar meluruskan kaki sambil isi bensin dan bongkar muatan.

Pemandangan di lingkar luar karawang benar2 luar biasa, mengingatkan kita akan arti kiasan “karawang lumbung padi”, seakan-akan melihat karpet hijau terhampar ratusan hektar luasnya. Meskipun di beberapa titik sudah berubah jadi perumahan atau kawasan industri.

Memasuki area purwakarta dan jatiluhur, suasana yang tertangkap benar-benar beda. Udara yang lebih sejuk, pemandangan alam hijau kiri kanan, benar-benar menyegarkan mata.

Akhirnya sampai juga, Ini dia jatiluhurnya :

Mungkin karena merupakan objek wisata resmi, sehingga setiap petak tanah ada tukang parkir dan penjual makanan disitu. Kami tidak menyalahkan penduduk setempat yang berusaha mencari nafkah. Hanya saja kenyamanan pengunjung kurang diutamakan. meskipun kami sudah bayar tiket masuk, mencari spot yang enak untuk duduk-duduk lumayan susah. Di setiap spot yang bagus sudah ada penjual dan tukang parkir disitu. Sehingga kalau kita tidak membeli sesuatu dari si penjual, agak gimana gitu duduk2 disitu. Dan harga yang diberikan juga lumayan mahal, jangan kaget, standar tempat wisata.  Tempat sholat dan toilet juga tersedia di dekat waduk, jadi tidak perlu khawatir bagi yang berkepentingan.

Ketika mencari spot salah satu rekan mengalami ban bocor, untungnya di dekat danau ada tukang tambal ban, beruntung sekali kita tinggal di Indonesia, pas bocor pas ada tambal ban😀. Sayangnya ketika hendak mengganti ban dalam, tukang tambal bannya tidak menyediakan, sehingga harus mencari ban dalam di luar kawasan jatiluhur.

Dan seperti biasanya, tidak lengkap acara jalan-jalan kalau tidak makan-makan. Di sekitar danau banyak saung dan tempat makan, banyak pilihan. beberapa tempat bahkan menawarkan kelebihan spot tinggi sehingga pemandangannya lebih bagus. Menu pilihan sudah tentu yang berhubungan dengan air, yaitu ikan. Tidak semahal restoran di Jakarta tentu saja, tapi juga tidak semurah kaki lima. Wajar-wajar saja lah.

Berikut beberapa hasil jepretan paparazzi. Sampai jumpa lagi di acara jalan-jalan yang lain.

Tulisan ini merupakan pemikiran dan opini subjektif dari penulis. Penulis sama sekali tidak bermaksud menganjurkan atau tidak menganjurkan sesuatu ke pembaca. Tidak ada sama sekali maksud untuk mempengaruhi sudut pandang pembaca . DISCLAIMER ON.

Dilarang mengkopi isi tulisan ini tanpa seijin penulis. Be creative but don’t take other person credit for yourself,  that’s called crime.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: