Oleh: yanayunarto | September 26, 2012

Catatan perjalanan ke Situ Abidin

Beberapa bulan yang lalu tim jawakelana mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Situ Abidin.

Pada saat itu tidak ada bayangan sama sekali akan tempat tujuan, tim jawakelana cuma ingin melepas penat akhir pekan, dan mencoba mencari objek menarik di sekitar cikarang. Setelah browsing , googling dan tanya-tanya ke rekan yang merupakan warga sekitar, akhirnya diputuskan untuk mengunjungi Situ Abidin.

Dengan berbekal google map, tim jawakelana berangkat ke Rawa Abidin. Sedikit saran untuk anda pemirsa di Rumah, jangan percaya seratus persen dengan jalan yang dianjurkan google map. Pengalaman tim terjebak lewat jalan Kebo dan pekarangan rumah orang cukup memberi pelajaran dan cerita unik sendiri. Pakailah google map untuk menunjukkan posisi anda, tapi jangan percaya rute yang dianjurkan🙂

[Kategori]

Situ (Rawa)

[Lokasi]

GPS : S6* 3’1.18″, E107*24’33.53″

[Kondisi]

Bukan merupakan objek wisata yang dikelola secara profesional, bagi warga sekitar situ tersebut hanyalah genangan air yang sangat besar. Beberapa warga memanfaatkan situ tersebut untuk memancing dan memandikan ternak. Di tengah rawa ada daratan dan terlihat ada makam di tengahnya. Tim tidak menemukan cara untuk bisa sampai ke daratan tengah tersebut.

[Rute]

Berikut rute yang ditempuh tim jawakelana ketika ke Situ Abidin

Rute ini merupakan rute terbaik, dimana tim jawakelana sebelumnya sudah mencoba rute anjuran oleh google map dan hasilnya cukup mengerikan🙂 mungkin untuk anda para goweser, medan ini layak dicoba.

Kondisi jalan sudah aspal, namun banyak juga yang berlubang, hati hati.

Berikut hasil jepretan foto selama perjalanan.

Reward yang diperoleh :

Menu All you can Eat :

Untuk makan siang, ada sebuah warung dekat danau (maaf lupa namanya), dimana menu yang disediakan bervariasi. Begitu datang kami langsung disuguhi kacang panjang mentah. Konsep yang agak langka menurut kami. Tapi setelah kami mencicipi kacang panjangnya, kami ketagihan🙂 Tampaknya tuan rumah tidak menyediakan stok menu untuk tamu. Sistemnya adalah, Tuan rumah punya apa dari hasil kebunnya, itu yang dihidangkan. Ketika kami pesan es degan, beliau langsung ambil dari pohon di dekat rumah, begitu juga ketika kami pesan menu ikan, beliau menjaring dulu dari kolam. Waw luar biasa! Dan yang lebih mengejutkan lagi, ketika kami selesai makan dan bayar, tampaknya Beliau males menghitung per item, beliau langsung pukul rata 80ribu total. Berarti benar benar menu ala All you can eat, dimana kami sudah mencicipi semua menu yang ada, termasuk kelapa muda, teh, kopi dan kerupuk. Mantab!

Belum lagi keramahan tuan rumah empunya warung yang super ramah, sambil kita makan ditemani ngobrol dan cerita-cerita tentang daerah sekitar. Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, rasanya sangat sepadan, seolah olah di rumah sendiri.

Secara keseluruhan “dolan blakra’an” kita kali ini memuaskan, pemandangan selama perjalananan sangat luar biasa. Suasana yang diperoleh benar-benar jauh dari rutinitas sehari-hari kami. Warganya juga cenderung lebih ramah, benar-benar berkesan.

Jadi pingin kesana lagi, Kapan kesana lagi bro?


Responses

  1. itu thn 2012 ya mas, klo skrang gmn ya kondisi jalan kesana?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: