Objek wisata kawasan alam Bukit Bangkirai terletak di kecamatan Samboja, kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tempat wisata ini bisa dari Balikpapan atau dari Samarinda.  Jika dari Balikpapan, menuju ke arah Samarinda melewati jalan Soekarno Hatta, sampai di km 38, belok kiri ke jalan Samboja-Sepaku.

Jpeg

Lintasan Semboja Sepaku

Setelah ±12km akan ada pertigaan dan petunjuk untuk memasuki kawasan wisata bukit bangkirai. Perjalanan masih berlanjut ±7km melewati jalan aspal dan perbukitan.

Jpeg

Suasana alam menyenangkan setelah lepas dari jalan Semboja-Sepaku

Kemudian jalan aspal akan digantikan oleh jalan tanah ±5km untuk memasuki kawasan wisata bukit bangkirai

Jpeg

Persiapkan kendaraan anda melewati jalan tanah bebatuan

Pada musim kemarau jalanan akan menjadi sangat berdebu. Sebaliknya pada musim hujan akan menjadi sangat berlumpur dan licin. Jika anda berencana berkunjung saat musim hujan, disarankan menggunakan kendaraan yang sesuai dengan kondisi jalan. Waktu tempuh total dari kota Balikpapan sekitar 1.5jam.

Tersedia tempat parkir yang luas, toilet bersih, musholla dan ruang tunggu yang luas.

bangkirai3

parkir

bangkirai10

bangkirai9

bangkirai7

bangkirai8

Tiket masuk tempat wisata Rp.6000 /orang dan Rp.25000/orang untuk bisa menaiki canopy bridge (oktober2015).

Salah satu objek yang menarik di tempat wisata ini adalah Canopy bridge yang terletak di koordinat 1°01’44.88″S 116°52’02.2″E. Untuk mengakses canopy bridge / jembatan tajuk, harus berjalan kaki ±500m melewati areal perhutanan.

Jpeg

Jpeg

Track jalan kaki menuju canopy bridge

bangkirai6

bangkirai5

Jpeg

Salah satu pohon yang tumbang di tengah-tengah jalan menuju canopy bridge

Jpeg

Pohon Bangkirai di tepi track menuju canopy bridge

Untuk menaiki canopy bridge, diharuskan menunjukkan tiket ke petugas. Demi keselamatan, petugas akan mengatur peserta yang menaiki canopy bridge sesuai kapasitas.

Jpeg

 

Jpeg

Tangga kokoh terbuat dari kayu bangkirai

bangkirai4

Jpeg

Jpeg

Canopy bridge

Jpeg

Tempat turun dari canopy bridge

Jpeg

Sejarah singkat canopy bridge

Jpeg

Peraturan keselamatan menaiki canopy bridge

Tempat wisata bukit Bangkirai sangat cocok menjadi alternatif hiburan yang bersifat petualangan. Untuk mencapai tempat ini disarankan membawa perbekalan dan kendaraan pribadi yang memadai, karena kondisi jalan yang ala kadarnya.

Jpeg

 

 

Oleh: yanayunarto | Agustus 17, 2014

Pantai Goa Cina, Malang Selatan

Pantai Goa Cina terletak di Desa Sitirejo, Kecamatan Sumbermanjing, Kabupaten Malang. Lokasi tepatnya di koordinat 8°26’49.1″S 112°39’09.4″E.

Perjalanan untuk mencapai kesana cukup mudah, karena akses jalan yang mulus serta petunjuk arah yang cukup jelas. Kira-kira 70km dari malang kota. Set GPS anda dengan koordinat diatas, atau nama pantai goa cina, jika tidak tersedia, masukkan aja pantai sendang biru, karena pantai sendang biru cukup terkenal dan masih satu deretan dengan pantai goa cina.

Sepanjang perjalanan anda akan disuguhi pemandangan yang menakjubkan dan kondisi jalanan yang cukup memadai. Beberapa ruas jalan memang rusak tapi hanya sebagian kecil saja. Bahkan sebelum mencapai objek wisata yang dituju, wisata anda bisa dinikmati dari mulai perjalanannya. Walaupun secara jarak cuma 70km, tetapi karena jalanan yang berkelok-kelok, naik turun perbukitan, jadi tidak bisa ngebut. Butuh kurang lebih dua jam perjalanan dari malang kota.

Jpeg 

Namun jalan masuk ke pantainya sendiri masih berupa jalan tanah. Sebagian kecil sudah dibeton sedikit, sebagian besar masih ditimbun dengan batu kapur agar tidak becek. Kendaraan anda harus jalan extra pelan, kalau tidak anda akan terguncang-guncang. Bersabarlah, tidak lama, sekitar 1 km saja.

Jpeg

Jpeg

Tiket masuknya Rp.5000,- per orang. Rp.7000,- per mobil. (as per Agustus 2014)

Fasilitas yang tersedia cukup memadai. Parkir luas, Musholla, toilet, tempat bilas, saung, gazebo, warung makan, camping ground, semuanya tersedia. Jika lapar silahkan membeli dari warung-warung yang tersedia disana, buka jalan bagi rejeki orang lokal. Setahu saya harganya masih wajar dan tidak ada yang nggepuk.

Tidak terlihat adanya penginapan di sekitar lokasi, tetapi tersedia camping ground, suatu area khusus yang sudah diatur oleh pengelola, bagi pengunjung yang ingin berkemah disana.

Jpeg

Jpeg

10

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

8

9

Satu hal yang cukup disesalkan. Kebiasaan masyarakat kita yang suka nyampah. Tolong pikir ulang sebelum anda buang sampah sembarangan. Tempat ini masih bersih, tetapi kalau anda terus buang sampah sembarangan, 5-10 tahun lagi, apakah pantai ini masih seindah ini? Please STOP NYAMPAH!!!

Jpeg

Sudah banyak korban, pantai yang terkenal karena keindahannya, tetapi karena terkenal itu, banyak orang datang, buang sampah sembarangan. Akhirnya pantainya jadi kotor, orang jadi malas lagi pergi kesana. Masyarakat mencari pantai lain yang masih bersih, untuk dikotori. Lama-lama habis sudah. Mau kemana lagi?

Mari kita galakkan program STOP NYAMPAH !!!

MERDEKA dari Budaya buang sampah Sembarangan.

Sekian.

Oleh: yanayunarto | Mei 4, 2013

Ke Cariu? Apa itu ? Ada apa disana?

Begitu kira-kira komentar sebagian rekan-rekan ketika saya ajak. Memang belum banyak orang yang tahu. Dimana itu cariu, ada apa disana. Saya sendiri berkomentar sama ketika diberitahu rekan saya.

Banyak sekali tempat-tempat yang ingin didatangi tim jawakelana. salah satu visi dari sang pencetus jawakelana (tidak mau disebut namanya) adalah menemukan objek wisata, situs, tempat atau apapun yang menarik, punya konsep, apapun itu tetapi belum banyak diekspos. Kita berusaha mendatangi tempat tersebut, kita beri review, sedikit subjektif dari sudut pandang kami tentu saja😀 . Kami tentu saja perlu menggali informasi mengenai keberadaan tempat-tempat tersebut. Dari temen, tetangga, internet, kata si anu, kata si itu, anunya si itu, dll.

Cariu adalah sebuah daerah di timur puncak bogor. Koordinat tepatnya di -6.63673,107.171223. Untuk mencapai tempat ini jika dari jakarta bisa lewat jonggol, terus ke timur ke arah cianjur. Atau masukkan koordinat diatas ke GPS anda lalu ikuti suara pemandu. Sepanjang perjalanan anda akan disuguhi pemandangan pedesaan dengan jalan yang meliak liuk naik turun. Hati-hati di rute ini banyak truk-truk besar pengangkut pasir dan tanah. Setelah sampai lokasi, untuk masuk ke tempat parkir, jalannya turun tajam. Namun tempat parkir yang disediakan cukup luas dan teduh dikelilingi pepohonan.

parkir cariu

Tiket masuknya Rp.8000/orang, dan Rp.5000/mobil. Murah meriah dan terjangkau menurut kami. Dan petugasnya juga dengan berbaik hati hanya menghitung kepala orang dewasa dan mobil.

loket cariu

Sesuai harapan rekan-rekan, suasana di cariu memang  “exceed your vision”. Tidak ada polusi, pepohonan hijau yang bikin adem di mata, tidak ada polisi tiduran dijalan, gemericik suara sungai yang menyambut kedatangan kami begitu kami memasuki area, langsung mereset suasana hati.

cariu02

cariu03

Karena sampai Cariu sudah siang, tim memutuskan untuk break sejenak, istirahat ishoma. Tersedia tempat makan lesehan bawah pohon di tepi sungai. menu yang disediakan juga enak dan terjangkau. Mantab Gan.

cariu04

cariu05

cariu06

cariu07

Setelah kewajiban ditunaikan dan perut dikenyangkan, saatnya melihat tujuan kami kemari. Dari tempat makan menuju ke penangkaran rusanya sekitar 500m, melewati jalan setapak lika-liku naik-turun, berkeringat dikit lah.

cariu07a

cariu08

cariu08a

cariu09

cariu09a

cariu10

Tempat penangkarannya berupa kandang yang sangat besar, dengan rusa bebas berkeliaran di dalamnya. Untuk akses ke dalam disediakan rumah panggung di tengah kandang dan jembatan tinggi melintas di atas kandang. Tapi paling seru jika anda memutuskan turun dan melihat dari dekat.

cariu10a

cariu10b

cariu11

Seru kan?

Berikut koleksi  foto-foto dan adegan syur selama di cariu.

Kapan jalan-jalan lagi bro?

 

cariu14

cariu28

 

cariu15

cariu16

cariu17

cariu18

cariu19

cariu20

cariu21

cariu22

cariu23

cariu23a

cariu24

cariu25

cariu26

cariu13

cariu12

Oleh: yanayunarto | November 8, 2012

Ke Waduk Jatiluhur

Bagi tim Jawakelana, waduk jatiluhur punya kesan tersendiri. Beberapa rekan yang masih ikut di tour ini sekarang sudah pindah tempat kerja sehingga agak sulit kalau mau ketemu lagi. Tulisan ini semoga mengingatkan rekan2 yang sudah pindah untuk tetep menjalin komunikasi dengan komunitas jawakelana.

Perjalanan ke jatiluhur dimulai dari rekan2 di cikarang. Saling jemput sampai terkumpul semua peserta. Tim berangkat agak pagi karena estimasi perjalanan yang cukup lama. Di daerah karawang tim beristirahat sebentar meluruskan kaki sambil isi bensin dan bongkar muatan.

Pemandangan di lingkar luar karawang benar2 luar biasa, mengingatkan kita akan arti kiasan “karawang lumbung padi”, seakan-akan melihat karpet hijau terhampar ratusan hektar luasnya. Meskipun di beberapa titik sudah berubah jadi perumahan atau kawasan industri.

Memasuki area purwakarta dan jatiluhur, suasana yang tertangkap benar-benar beda. Udara yang lebih sejuk, pemandangan alam hijau kiri kanan, benar-benar menyegarkan mata.

Akhirnya sampai juga, Ini dia jatiluhurnya :

Mungkin karena merupakan objek wisata resmi, sehingga setiap petak tanah ada tukang parkir dan penjual makanan disitu. Kami tidak menyalahkan penduduk setempat yang berusaha mencari nafkah. Hanya saja kenyamanan pengunjung kurang diutamakan. meskipun kami sudah bayar tiket masuk, mencari spot yang enak untuk duduk-duduk lumayan susah. Di setiap spot yang bagus sudah ada penjual dan tukang parkir disitu. Sehingga kalau kita tidak membeli sesuatu dari si penjual, agak gimana gitu duduk2 disitu. Dan harga yang diberikan juga lumayan mahal, jangan kaget, standar tempat wisata.  Tempat sholat dan toilet juga tersedia di dekat waduk, jadi tidak perlu khawatir bagi yang berkepentingan.

Ketika mencari spot salah satu rekan mengalami ban bocor, untungnya di dekat danau ada tukang tambal ban, beruntung sekali kita tinggal di Indonesia, pas bocor pas ada tambal ban😀. Sayangnya ketika hendak mengganti ban dalam, tukang tambal bannya tidak menyediakan, sehingga harus mencari ban dalam di luar kawasan jatiluhur.

Dan seperti biasanya, tidak lengkap acara jalan-jalan kalau tidak makan-makan. Di sekitar danau banyak saung dan tempat makan, banyak pilihan. beberapa tempat bahkan menawarkan kelebihan spot tinggi sehingga pemandangannya lebih bagus. Menu pilihan sudah tentu yang berhubungan dengan air, yaitu ikan. Tidak semahal restoran di Jakarta tentu saja, tapi juga tidak semurah kaki lima. Wajar-wajar saja lah.

Berikut beberapa hasil jepretan paparazzi. Sampai jumpa lagi di acara jalan-jalan yang lain.

Tulisan ini merupakan pemikiran dan opini subjektif dari penulis. Penulis sama sekali tidak bermaksud menganjurkan atau tidak menganjurkan sesuatu ke pembaca. Tidak ada sama sekali maksud untuk mempengaruhi sudut pandang pembaca . DISCLAIMER ON.

Dilarang mengkopi isi tulisan ini tanpa seijin penulis. Be creative but don’t take other person credit for yourself,  that’s called crime.

Oleh: yanayunarto | September 26, 2012

Catatan perjalanan ke Situ Abidin

Beberapa bulan yang lalu tim jawakelana mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Situ Abidin.

Pada saat itu tidak ada bayangan sama sekali akan tempat tujuan, tim jawakelana cuma ingin melepas penat akhir pekan, dan mencoba mencari objek menarik di sekitar cikarang. Setelah browsing , googling dan tanya-tanya ke rekan yang merupakan warga sekitar, akhirnya diputuskan untuk mengunjungi Situ Abidin.

Dengan berbekal google map, tim jawakelana berangkat ke Rawa Abidin. Sedikit saran untuk anda pemirsa di Rumah, jangan percaya seratus persen dengan jalan yang dianjurkan google map. Pengalaman tim terjebak lewat jalan Kebo dan pekarangan rumah orang cukup memberi pelajaran dan cerita unik sendiri. Pakailah google map untuk menunjukkan posisi anda, tapi jangan percaya rute yang dianjurkan🙂

[Kategori]

Situ (Rawa)

[Lokasi]

GPS : S6* 3’1.18″, E107*24’33.53″

[Kondisi]

Bukan merupakan objek wisata yang dikelola secara profesional, bagi warga sekitar situ tersebut hanyalah genangan air yang sangat besar. Beberapa warga memanfaatkan situ tersebut untuk memancing dan memandikan ternak. Di tengah rawa ada daratan dan terlihat ada makam di tengahnya. Tim tidak menemukan cara untuk bisa sampai ke daratan tengah tersebut.

[Rute]

Berikut rute yang ditempuh tim jawakelana ketika ke Situ Abidin

Rute ini merupakan rute terbaik, dimana tim jawakelana sebelumnya sudah mencoba rute anjuran oleh google map dan hasilnya cukup mengerikan🙂 mungkin untuk anda para goweser, medan ini layak dicoba.

Kondisi jalan sudah aspal, namun banyak juga yang berlubang, hati hati.

Berikut hasil jepretan foto selama perjalanan.

Reward yang diperoleh :

Menu All you can Eat :

Untuk makan siang, ada sebuah warung dekat danau (maaf lupa namanya), dimana menu yang disediakan bervariasi. Begitu datang kami langsung disuguhi kacang panjang mentah. Konsep yang agak langka menurut kami. Tapi setelah kami mencicipi kacang panjangnya, kami ketagihan🙂 Tampaknya tuan rumah tidak menyediakan stok menu untuk tamu. Sistemnya adalah, Tuan rumah punya apa dari hasil kebunnya, itu yang dihidangkan. Ketika kami pesan es degan, beliau langsung ambil dari pohon di dekat rumah, begitu juga ketika kami pesan menu ikan, beliau menjaring dulu dari kolam. Waw luar biasa! Dan yang lebih mengejutkan lagi, ketika kami selesai makan dan bayar, tampaknya Beliau males menghitung per item, beliau langsung pukul rata 80ribu total. Berarti benar benar menu ala All you can eat, dimana kami sudah mencicipi semua menu yang ada, termasuk kelapa muda, teh, kopi dan kerupuk. Mantab!

Belum lagi keramahan tuan rumah empunya warung yang super ramah, sambil kita makan ditemani ngobrol dan cerita-cerita tentang daerah sekitar. Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, rasanya sangat sepadan, seolah olah di rumah sendiri.

Secara keseluruhan “dolan blakra’an” kita kali ini memuaskan, pemandangan selama perjalananan sangat luar biasa. Suasana yang diperoleh benar-benar jauh dari rutinitas sehari-hari kami. Warganya juga cenderung lebih ramah, benar-benar berkesan.

Jadi pingin kesana lagi, Kapan kesana lagi bro?

Oleh: jawakelana | Maret 7, 2012

Curug Cigentis, Karawang, Jawa Barat

[Kategori]

Kampung wisata, Water Boom, Air Terjun, Curug

[Lokasi]

Desa Mekarbuana, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat

Koordinat GPS : S6°32’44.57″, E107°14’3.76″

[Kondisi/Suasana]

Jarak 3 Kilo dibawah lokasi air terjun terdapat Kampung wisata, terdapat saung diatas air dan water boom.

Relatif sepi dan pemandangannya dikelilingi oleh pegunungan.

Bisa menikmati santapan menu ikan air tawar di saung yang terletak diatas kolam ikan Koi. Juga sensasi berenang di waterboom dengan pemandangan alam pegunungan yang tampak hijau terlentang.

(Penulis belum sampai ke lokasi curugnya)

[Rute/Peta]

Rute 1 : lewat jalan pangkalan, setelah keluar tol karawang  barat, buat mobil barat atau menyusuri kali malang. Sangat tidak direkomendasikan, jalannya berlubang lebih dari 20KM, karena banyak dilewati oleh truk tambang batu kapur. (estimasi waktu 3-4 jam dari kota Jababeka Cikarang)


Rute 2 : lewat jonggol, bogor, jalan berlubang hanya 4-5 KM, plus pemandangan bagus, sangat recommended, baik motor maupun mobil. (estimasi waktu 2 jam dari kota Jababeka Cikarang)

Setelah tiba di desa Mekarbuana, untuk mudahnya cari jalan kearah tempat pelatihan tentara.

Kondisi jalan kedua rute masih relatif sepi dengan penerangan minim. Disarankan untuk meninggalkan lokasi sebelum gelap.

[Parkiran]

Parkiran bagus dengan pemandangan yang menakjubkan pula.

[Biaya]

Tiket masuk ke kawasan wisata Rp.2500 per orang. Untuk menikmati water boomnya dikenakan tiket per-orang Rp.20.000.

Untuk Parkir mobil dikenakan biaya Rp.3000.

[MCK-Sholat]

Di kampung  wisatanya terdapat mushola berbentuk saung diatas air, dan juga fasilitas MCK-nya sangat bagus.

[Pom Bensin]

Di daerah kecamatan pangkalan tidak terdapat pom bensin. Hanya ada pedagang bensin eceran di pinggir jalan. Jadi siap-siap bensin full saja ketika berangkat.

Oleh: jawakelana | Februari 22, 2012

Pantai Samudra Baru, Karawang, Jawa Barat

[Kategori]

Pantai, berpasir

[Lokasi]

Desa Sungai Buntu Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Jawa Barat

GPS : S6* 3’1.18″, E107*24’33.53″

 

[Kondisi]

Masih sepi pengunjung,air coklat karena pasir berwarna coklat, laut dangkal sampai beberapa ratus meter ke arah tengah, bisa sewa perahu karet buat bermain.

Atau mencari kerang hidup didalam pasir yang masih banyak.

Atau duduk-duduk di saung yang tersedia dipinggir pantai.

Atau juga makan ikan bakar yang tersedia di warung-warung di punggir pantai.

Bermain Di Laut

Waktu sore hari menjelang petang, laut terlihat jernih. Bahkan dasarnya pasir hitamnya dan biota lautnya kelihatan.

DSC02000

 

DSC01988

[Rute/Peta]

Apabla ditempuh dari arah Jakarta, dengan rute Rengasdengklok, ikuti bisa mengikuti peta ini.

Bisa lewat Pintu Tol Karawang Barat, atau kalau dari tempat Lemah Abang Cikarang bisa ditempuh jalan pantura ke arah Karawang.

Kondisi jalan relatif  mulus . Terutama bagian kiri ke arah keberangkatan banyak yang tergerus air sungai, saran saya hati-hati saja jangan kencang-kencang.

Setelah lewat Rengasdengklok jalan hanya cukup dua mobil dan relatif sepi juga minim penerangan. Jadi disarankan untuk tidak terlalu malam meninggalkan lokasi kecuali dengan rombongan.

Untuk estimasi waktu perjalanan, jarak tempuh dari Kota Jababeka, Cikarang hingga lokasi membutuhkan waktu 2 Jam.

[Parkiran]

Kendaraan bisa masuk hingga ke pinggir pantai

Parkir Dipinggir Pantai

DSC01977

[Biaya]

Tiket masuk perkepala sebesar Rp.5000 dan parkir mobil sebesar Rp.10.000 (anak kecil tidak dihitung)

[MCK-Sholat]

Toilet masih primitif, tapi relatif bersih. Bayar per pemakaian sebesar Rp.2000

Ada Musholla kecil plus tempat wudhu-nya. Juga bisa sholat di warung-warung pinggir pantai yang menyediakan ruangan untuk sholat.

[Pom Bensin]

Tersedia banyak sepanjang jalan hingga wilyah Rengasdengklok setelah itu tidak ada hingga ke pantainya

Kategori

%d blogger menyukai ini: